Festival musik jaz lokal tahunan, Prambanan Jazz 2026, kembali membius ribuan pasang mata. Di balik kemegahan arsitektur kuno Candi Prambanan serta tata lampu panggung yang magis, ribuan penggemar berkumpul untuk menyaksikan penampilan perdana Niki Zefanya di tanah Yogyakarta. 

Sejak Niki diumumkan sebagai pengisi lineup, antusiasme para penggemar tak bisa terbendung. Musisi kebanggaan Indonesia yang telah menembus panggung dunia ini dijadwalkan tampil sebagai headliner pada hari kedua. Sang bintang sendiri juga tampak tak sabar. Melalui akun media sosialnya, Niki aktif membagikan foto-foto di area Candi Prambanan sehari sebelum naik panggung, seolah memberi sinyal bahwa ini akan menjadi persembahan yang sangat personal.

Malam itu tiba dengan kesakralan yang tak terlukiskan. Saat siluet Candi Prambanan menjadi latar belakang panggung, Niki melangkah keluar, disambut gemuruh riuh penonton yang pecah menjadi jeritan emosional. Ia membawakan 22 lagu yang dirangkai sedemikian rupa untuk memfasilitasi “kegalauan” massal para pendengarnya. Lagu-lagu hits seperti “Lowkey“, “Anaheim“, “Autumn“, “Apartement We Won’t Share“, “La La Lost You“, hingga remake You’ll Be In My Heart” dibawakan sepenuh hati di bawah terangnya rembulan malam. Setiap lirik yang ia lantunkan seolah menjadi cerminan bagi hati yang luka, membuat area festival seketika berubah menjadi lautan air mata.

Salah satu akun X membagikan video penonton yang melamar kekasihnya di panggung Prambanan Jazz 2026. (Sumber: X.com/@gyusbebe)

Salah satu puncak emosional malam itu terjadi saat Niki membawakan salah satu lagu hit-nya, yakni “Ocean & Engines“. Di tengah lagu, seorang penonton memberanikan diri untuk melamar kekasihnya. Momen romantis ini pun tertangkap kamera penonton dan seketika viral di berbagai media sosial. Namun, tidak hanya satu, ada juga pasangan lain yang mengikat janji suci pada malam itu, tepatnya pada lagu “Tsunami”. Hal ini menjadi pelengkap yang sempurna dari atmosfer melankolis yang dibangun Niki, seolah-olah lagu tersebut menjadi saksi bisu bagi janji setia sepasang kekasih di tengah megahnya Candi Prambanan.

Kejutan tak berhenti di situ. Di sela-sela penampilannya, penyanyi 27 tahun tersebut menunjukkan kedekatan dengan audiens lokal dengan memberikan pesan berbahasa Jawa, “Ojo nganti dadi backburner.” Sebuah kalimat sederhana yang langsung disambut tawa sekaligus haru oleh para penggemar yang hadir pada malam itu. Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bagi siapa saja agar tidak membiarkan diri mereka menjadi pilihan kedua dalam hubungan. 

Prambanan Jazz 2026 hari itu diakhiri dengan rasa syukur yang mendalam. Niki menutup penampilannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh penggemar yang telah hadir dan bernyanyi bersama. Lagu “Every Summertime” pun dilantunkan dengan energi yang luar biasa sebagai penutup rangkaian penampilan Niki. Malam tersebut meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi siapa pun yang hadir. Sebuah malam di mana musik, sejarah, dan emosi melebur menjadi satu di bawah langit Yogyakarta.

Penulis: As Syifa Dzihni Nafisa

Editor: Erfita Adelia

9 Juli 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *