Ada lagu yang selesai ketika musiknya telah berhenti. Namun, ada juga lagu yang justru baru memulai syairnya ketika sunyi telah tiba. Jenis yang kedua digambarkan lewat rilisan terbaru Yura Yunita yang berjudul  “Pertiwi”. Lagu yang  ditulis oleh Donne Maula dengan racikan notasi dari Yura Yunita ini resmi rilis pada 02 September 2026 di berbagai platform streaming bersamaan dengan peluncuran musik videonya di Youtube. Lewat sentuhan Iwan Popo sebagai produser musik, “Pertiwi” dapat dimiliki oleh siapapun yang pernah kehilangan keberanian bersuara. 

Sesaat setelah lagu selesai didengar, rasanya seperti baru saja membuka pintu menuju ruang yang selama ini sengaja dihindari. Tentang gelap yang selalu disimpan, kalimat yang hanya sampai di tenggorokan, kemarahan yang telah dirapikan, dan kekuatan yang membuat tangan gemetar saat mencoba mengatakan apa yang kita percaya. Namun, lagu ini tak meminta Smart Listeners untuk segera keluar dari ruang itu, justru lirik magis dari Donne Maula mengajak untuk tetap singgah sambil memeluk gelapnya dan perlahan menyalakan keberanian seraya berkata “mungkin kali ini, kita tidak perlu diam”.

Cuplikan Musik Video “Pertiwi” (sumber: Press Release “Pertiwi)

Aransemen yang dibangun terasa megah sehingga membiarkan perasaan Smart Listeners untuk tumbuh pelan-pelan sampai dada terasa penuh. Kemegahan lagu ini menjadikan liriknya tak mau dimiliki satu tafsir saja. Bukan hanya tentang seorang ibu seperti pada cover single ini, tetapi juga bukan hanya tentang perempuan yang memilih diam. Lagu ini membiarkan Smart Listeners menafsirkan secara liar dan bertemu sendiri dengan pengalaman hidup yang ingin dipeluk. Barangkali, itulah yang membuat Yura tak banyak bicara mengenai makna lagu ini, ia memilih memberi pendengarnya ruang untuk menemukan maknanya sendiri.  

Dari sisi lirik, “Pertiwi” dengan jelas berbicara pasal keberanian dari seseorang yang tangan hingga suaranya masih bergetar, tetapi tetap memilih untuk bicara. Lagu ini tidak berhenti pada gambaran tentang ketakutan dan ketidakberdayaan. Di tengah situasi tersebut, Yura menghadirkan harapan dan keyakinan bahwa suara yang tertahan tidak pernah benar-benar hilang. Sebab keberanian itu lahir dari ketakutan yang memutuskan untuk tidak mundur lagi.

Cuplikan Musik Video “Pertiwi” (sumber: Press Release “Pertiwi”)

Pengalaman tersebut kemudian diperluas melalui video musik yang dirilis bersamaan dengan lagunya. Yura berkolaborasi dengan Kathleen Malay sebagai sutradara dan Siko Setyanto sebagai koreografer. Gerak teatrikal menjadi salah satu elemen penting dalam menerjemahkan emosi “Pertiwi” ke dalam bentuk visual. Yura bahkan turut terlibat dalam koreografi tersebut. 

“Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening. Perhatikan siapa yang muncul di kepala. Perhatikan bagian mana yang membuat dada kamu terasa sesak.” ucap Yura Yunita pada Press Release lagu Pertiwi. 

Smart Listeners udah dengerin lagu terbarunya Yura Yunita belum? Buat yang dengerin, apa makna Pertiwi bagi diri Smart Listeners itu sendiri? Komen di bawah ya!

Penulis : Adelia Warastri Dewani

Editor : Nazmah Aliya Rahmah

3 September 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *