Pasar tradisional akhir-akhir ini sedang digemari baik para wisatawan maupun warga lokal. Jika ditilik, pasar tradisional umumnya memiliki format yang sama akan tetapi memiliki kekhasan yang berbeda-beda. Meski begitu terdapat hal yang perlu dibanggakan yaitu dengan adanya pasar tradisional menunjukan bagaimana tradisi lama tetap bisa abadi dan menjadi ruang bernostalgia sekaligus menjadi penggerak roda perekonomian. Salah satu pasar tradisional tersebut adalah Pasar Kangen.

Penjual Jenang di Pasar Kangen 2025 (sumber: dok. pribadi/Alya)
Keberadaan awal Pasar Kangen sebenarnya digagas oleh budayawan sekaligus seniman Indonesia, Butet Kartaredjasa. Pada tahun 2007, Pasar Kangen dibuat bersama komunitas seni dan budaya setempat dengan tujuan menghadirkan pasar tradisional tempo doeloe yang lama kelamaan sudah mulai hilang tergerus modernisasi. Konsep “Kangen” sendiri merujuk pada momen di masa lalu khususnya kehidupan sederhana, jajanan tradisional, dan hal yang dianggap sudah mulai abu di masa kini. Jadi, Smart Listeners udah “Kangen” belum nih dengan suasana masa kecil yang sedikit demi sedikit pudar? Maka dari itu, beruntunglah gagasan ini hadir untuk Smart Listeners agar bisa tetap mengenang, melestarikan, dan menjaga semua tradisi lama sehingga tak lekang oleh waktu.

Antusiasme Para Warga di Pasar Kangen 2026 (sumber: X/@Chaos_handa)
Keberadaan pasar tradisional yang tetap eksis seperti membuktikan peribahasa “tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan”, yang menggambarkan bahwa budaya lokal akan tetap bertahan meskipun menghadapi perubahan zaman. Mempertahankan budaya seperti pasar tradisional ini tentu diperlukan antusiasme dari masyarakat, oleh karena itu perlu banyak bantuan dari Smart Listeners juga loh pastinya!
Nah seiring berjalannya waktu, konsep ini berkembang dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Banyak kota mengadopsi Pasar Kangen sebagai bagian dari festival budaya atau agenda wisata tahunan. Meskipun masing-masing daerah menghadirkan ciri khas lokalnya, esensi utamanya tetap sama yaitu menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat. Dengan eksistensi keberlanjutan Pasar Kangen ini membuktikan bahwa tradisi dapat dikemas ulang menjadi sesuatu yang relevan, menarik, dan bernilai ekonomi tinggi.

Poster Pasar Kangen Syawalan 2026 (sumber : Instagram/@pasarkangen)
Fenomena nostalgia yang dijual oleh Pasar Kangen ini lagi dan lagi tidak hanya menjadi daya tarik warga lokal nya saja, tetapi juga para wisatawan yang ingin lebih dekat mengenal kebudayaan Indonesia yang mungkin hampir saja hilang. Pasar Kangen juga terus hadir dalam bentuk event aktual di berbagai daerah. Salah satu yang terbaru adalah penyelenggaraan Pasar Kangen Syawalan 2026 di Lodji Paris Compound Space, Yogyakarta. Tema syawalan ini sebagai momen memeriahkan libur Lebaran, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Yogyakarta.
Pasar Kangen di Lodji Paris Yogyakarta berlangsung pada 23 Maret – 5 April 2026 sekitar pukul 14.00 – 22.00 WIB. Banyaknya video yang bersliweran pun mencerminkan antusiasme masyarakat menyambut pasar kangen. Smart Listeners udah jadi salah satu pengunjungnya belum? Yuk, ajak orang yang paling bikin “kangen” untuk bersama mengenang masa lalu. Biar… ceritanya enggak ikutan hilang loh!
Penulis: Alya Salsabila Putri Ariesa
Editor: Adelia Warastri Dewani

5 Comments