Setelah melewati musim kemarau yang terasa sangat panjang, turunnya hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentu menjadi kabar yang patut disyukuri, ya, Smart Listeners! 

Kehadiran hujan diharapkan dapat membawa banyak harapan. Pasalnya, DIY tercatat menduduki peringkat pertama pada wilayah Indonesia yang belum diguyur hujan, yaitu selama 161 hari. Kabar baiknya, Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026, setelah penantian panjang akibat kekeringan yang ekstrem.

Wilayah DIY yang berada di kategori awas dalam kekeringan (sumber: bpbd.jogjaprov.go.id)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan tersebut merupakan pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. Prediksinya, curah hujan pada periode 21–31 Oktober 2026 masih berada pada kategori rendah dan akan berlanjut pada dasarian I November 2026 dengan kategori di bawah normal.

Mulai dasarian III November hingga dasarian II Desember 2026, awal musim hujan 2026/2027 di DIY diperkirakan akan berlangsung secara bertahap.  BMKG memperkirakan seluruh zona musim di DIY mengalami keterlambatan awal musim hujan setidaknya tiga dasarian dibandingkan kondisi normal sehingga periode kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Namun, pancaroba ini  juga berpotensi memunculkan cuaca ekstrem. Masyarakat sekitar dapat mengalami hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan es. Untuk itu, terdapat dua hal yang harus diwaspadai, yaitu keterbatasan air akibat kekeringan maupun potensi bencana akibat cuaca ekstrem ketika hujan mulai turun.

Hujan deras mulai mengguyur wilayah DIY (sumber: Jogjapos.id) 

“Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas dekat dengan daerah rawan bencana hidrometeorologi, sebaiknya meng-update informasi cuaca secara berkala, salah satu kanal informasi cuaca adalah aplikasi infoBMKG,” ucap Prakirawan BMKG Yogyakarta Anang Ariane, dikutip dari Antara (24/10).

Anang juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat pada sore hari selama periode ini.

Langkah Mitigasi yang Dapat Dilakukan Masyarakat DIY

1. Gunakan air secukupnya, periksa kebocoran saluran air, dan kelola tempat penampungan air dengan bijak. Jika mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih, masyarakat dapat berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, kapanewon, atau BPBD kabupaten/kota setempat.

2. Cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan dan vegetasi. Oleh karena itu, hindari membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api, jangan membuang puntung rokok sembarangan, serta pastikan api di sekitar rumah telah padam sepenuhnya.

3. Sebelum hujan turun, bersihkan saluran drainase, seperti selokan, gorong-gorong, dan saluran air agar alirannya tidak terhambat dan dapat mengurangi risiko genangan maupun banjir.

4. Pangkas dahan yang rapuh dan berpotensi tumbang serta pastikan atap rumah, papan reklame, kanopi, serta bagian bangunan lainnya berada dalam kondisi aman untuk menghadapi kemungkinan angin kencang.

5. Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, terutama saat hujan deras. Segera menjauhi lereng yang menunjukkan retakan atau tanda pergerakan tanah, serta tidak memaksakan diri melintasi arus banjir yang deras.

6. Pantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta peringatan kebencanaan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Apabila menemukan situasi yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas penanggulangan bencana.

Kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekitar. Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemantauan informasi resmi, Smart Listeners khususnya yang berada di wilayah Jogja dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

Penulis: Belva Beryllna Farza

Editor: Hilyah Mezka Paradiba 

3 November 2026

Written by:

1 Comment

  • Peach

    03/11/2026

    OTW beli jas hujan baruuu

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *