Siapa nih Smart Listeners yang setiap pergi dari rumah ke perantauan selalu nangis? Belum ada satu malam di kost an, udah nyari tiket buat pulang lagi ke rumah. Tiba-tiba nangis karena kangen rumah, kangen masakan ibu, kangen bangun tidur sudah ada makanan. Kalau di kost pasti bingung mau makan apa lagi, yang ujung-ujungnya lari ke ayam geprek. Selalu ngebandingin biasanya kalau di rumah jam segini lagi nonton tv sama ibu dan bapak, sekarang di kost sendiri lagi. Tenang aja, kalau Smart Listeners sering ngerasa kaya gitu, ini beberapa tips untuk atasi rasa homesick yang sering menyiksa. 

  1. Jaga Komunikasi dengan Orang Rumah 

Meski raganya belum bisa bertemu secara langsung, Smart Listeners bisa mengatasi rasa homesick dengan melakukan call atau video call dengan orang rumah. Mengobrol dengan orang tua atau orang-orang terdekat bisa mengurangi perasaan sedih dan perasaan kosong. Mulai dari bercerita mengenai keseharian atau sekadar menanyakan kabar itu sudah lebih dari cukup untuk mengurangi rasa homesick ketika di perantauan. 

Perempuan yang Sedang Video Call (Sumber: parapuan.co)

  1. Cari Kesibukan Baru

Banyaknya waktu luang yang Smart Listeners habiskan hanya di kamar seringkali menambah perasaan rindu dengan orang rumah. Nah, Smart Listeners jangan sampai membiarkan waktu luang yang terlalu lama hingga menyebabkan Smart Listeners teringat suasana rumah. Smart Listeners bisa berjalan-jalan, nongkrong bersama teman-teman, berbelanja, membaca, atau bahkan melukis. Lakukan kegiatan yang Smart Listeners sukai untuk mendistract perasaan rindu dengan suasana rumah.

  1. Ingat Tujuan Merantau

Smart Listeners datang ke kota rantauan itu bukan tanpa alasan. Ada yang ingin kuliah, bekerja, atau mengejar mimpi. Mungkin ada satu waktu di mana Smart Listeners tidak ingin menelpon orang rumah karena takut semakin kangen, atau tidak bisa melakukan aktivitas untuk mendistract perasaannya, Smart Listeners bisa ingat-ingat kembali sebenarnya apa sih tujuan merantau? Apa sih yang ingin dicari? Apa sih yang ingin dibuktikan sampai melangkah sejauh ini? Nah, dengan mengingat kembali tujuan Smart Listeners merantau, itu bisa menjadi salah satu api semangat untuk kembali menjalani hari di perantauan. Karena jauh dari rumah, merelakan jarak dan waktu untuk orang-orang yang disayang memang sangat berat. 

Berkumpul Bersama Teman (Sumber: educationgermany.no)

  1. Mencari Teman Baru

Saat Smart Listeners di perantauan, mencari teman baru adalah hal yang cukup penting untuk dilakukan. Karena teman di perantauan seringkali menjadi tempat untuk Smart Listeners berbagi cerita. Smart Listeners melewati hari bersama, makan bersama, tertawa, atau bahkan sedih dan sulit pun bersama. Bahkan terkadang, teman di perantauan itu rasanya sudah seperti keluarga, tumbuh rasa peduli dan rasa untuk saling menjaga, meskipun tanpa adanya ikatan darah. 

  1. Ciptakan Tempat yang Nyaman Untuk Tinggal 

Ini tips yang paling terakhir buat Smart Listeners, yaitu menciptakan tempat atau kamar yang nyaman untuk Smart Listeners tinggali. Tambahkan hal-hal yang membuat Smart Listeners merasa dekat dengan rumah. Seperti memajang foto keluarga, menyalakan lagu favorit sebelum tidur, atau gunakan pewangi ruangan yang sama dengan di rumah. Smart Listeners juga bisa menata kamar agar lebih rapi dan enak dilihat agar nyaman untuk ditinggali, lingkungan yang nyaman juga berpengaruh lho Smart Listeners. Saat tempat tinggal terasa nyaman dan hangat, rasa sepi dan rindu bisa jadi lebih mudah untuk dikendalikan. 

Persiapan Bepergian dengan Koper yang Terbuka (Sumber: osc.medcom.id)

Homesick itu tidak selalu instan untuk hilang ya Smart Listeners. Sewaktu-waktu rasa itu bisa datang dan pergi. Tapi yang paling penting, Smart Listeners sudah tau apa yang harus dilakukan ketika perasaan homesick itu datang. Pelan-pelan Smart Listeners pasti akan mulai terbiasa dengan lingkungan baru. 

Penulis: Mutia Ardhanareswari 

Editor: Adelia Warastri Dewani

4 April 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *