Tak hanya motor, mobil, bus, dan sepeda aja yang ada versi listriknya, becak juga ada yang listrik loh, Smart Listeners. Di tengah maraknya pembaharuan kendaraan listrik, becak juga nggak mau kalah, nih! Jumlah kendaraan listrik yang semakin meningkat seolah menjadi tanda tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi polusi akibat asap kendaraan bermotor.
Ngomongin soal becak nih, Smart Listeners, transportasi tradisional yang kerap dikaitkan dengan ikon Kota Jogja ini sudah sepatutnya dilestarikan. Jenis becak yang kerap ditemui adalah becak kayuh dan becak motor, tetapi sejak tahun 2023 lalu, Dinas Perhubungan DIY telah menerima bantuan becak listrik sebagai sarana konversi bagi para pengayuh becak agar beralih ke transportasi ramah lingkungan. Becak listrik hadir sebagai transportasi tanpa asap sekaligus tanpa bising. Akibat keunggulannya pada tahun 2025 hingga 2026, Dinas Perhubungan DIY fokus pada pemberdayaan becak listrik, salah satunya dengan program naik becak listrik gratis.

Pada tanggal 12 Mei 2026, Dinas Perhubungan DIY telah mengadakan program naik becak listrik mengelilingi kawasan Malioboro secara gratis. Jaga tradisi, bebas polusi, begitulah kalimat yang menggambarkan kegiatan tersebut. Sebelum berkeliling kawasan Malioboro, masyarakat dapat mendatangi Pos Gumaton yang berada di Jl. Abu Bakar Ali, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta pada pukul 14.00-18.00 WIB. Tak hanya masyarakat Jogja saja, masyarakat luar Jogja juga dapat mencoba program ramah lingkungan ini lho, Smart Listeners.
Nantinya, masyarakat akan diantar untuk menyisiri jalanan Malioboro dan sekitarnya menggunakan becak listrik secara gratis. Kalau Smart Listeners mau sekalian mampir beli oleh-oleh di Malioboro juga bisa banget buat diantar pakai becak listrik ini. Ternyata program ini telah dilakukan dua kali sepanjang tahun 2026. Rutin diadakan setiap Selasa Wage, Dinas Perhubungan DIY merencanakan menjalankan program ini sebanyak sembilan kali untuk tahun 2026. Kegiatan ini mendukung kawasan sumbu filosofi yang kedepannya akan menjadi low emission zone. Harapan ini disampaikan langsung oleh Agha Perdana Putro, S.Si.T. selaku Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dan Antar Wilayah, “Harapannya di sini bebas emisi, salah satu tahapan kami mencoba untuk mensubstitusi becak motor dengan becak listrik. sehingga nanti kawasan sumbu filosofi menjadi kawasan nol emisi,” ujarnya.

Dampak baik akibat niat mulia menjaga lingkungan juga dirasakan oleh salah satu pengendara becak listrik, Ngatijo. Selama 26 tahun silam, Ngatijo menjadi pengendara becak kayuh sebelum kemudian menjadi pengendara becak listrik selama 2 tahun kebelakang. Ngatijo mengaku bahwa terdapat peningkatan jumlah penumpang sehingga ia mengharapkan program becak listrik gratis dapat diteruskan selamanya.
Magisnya suasana Malioboro dipadukan dengan kenyamanan serta kesenyapan becak listrik menimbulkan ketertarikan serta dukungan dari masyarakat. Sudah saatnya kita saling menjaga lingkungan, salah satunya dengan mendukung pemberdayaan kendaraan listrik seperti ini. Sekaligus melestarikan tradisi berupa kendaraan tradisional becak. Buat Smart Listeners kalau berkunjung ke Malioboro jangan lupa nyobain naik becak listrik ya, rasakan keseruan jalan-jalan sekaligus menjaga lingkungan, pastinya akan menjadi pengalaman yang luar biasa.
Penulis: Adelia Warastri Dewani
Editor: Efraim Ryan Revangga Pakpahan
