Smart Listeners, di Yogyakarta ternyata ada lho pasar yang hanya dibuka dua kali dalam sebulan! Pasar ini dikenal dengan nama Pasar Mustokoweni, pasar yang sering dimirip-miripkan dengan La Brisa, pasar minggu di Canggu yang terkenal rindang dan berpusat pada komunitas. Pasar yang terletak di Jalan Mangkubumi No. 72 ini hadir setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu pada pukul 08.00-13.00.
Saat memijakkan kaki di Pasar Mustokoweni, suasana rindang menyambut. Pepohonan rindang menjadi elemen kuat dari suasana pasar, membuat kegiatan pasar menjadi lebih sejuk. Di sini pengunjung juga tidak sekadar berjalan dari tenant ke tenant, mereka dapat dengan bebas berinteraksi dengan produsen, duduk, mengobrol, atau mendengarkan live music.

Dinamika di Pasar Mustokoweni (sumber: Instagram/@pasarmustokoweni)
Keunikan Pasar Mustokoweni tak berhenti sampai di situ. Pasar ini menawarkan hal-hal yang tak ditemukan di pasar lain. Apabila Smart Listeners berkunjung ke sana, ada beraneka ragam produk yang dijual. Mulai dari kuliner organik, kerajinan tangan, hingga buku-buku pilihan. Yang menarik, setiap tenant telah melalui proses kurasi sehingga kualitas produk yang dihadirkan terjamin. Tak hanya itu, tenant-tenant di sini umumnya selalu berganti sehingga menghadirkan suasana baru setiap kali berkunjung.
Walau penjual silih berganti, satu hal yang pasti dari Pasar Mustokoweni adalah konsepnya yang ramah lingkungan dan organik. Konsep tersebut bukan cuma jadi estetika, tapi juga menjadi awal mula lahirnya sisi kreativitas pasar. Misalnya, terdapat penjual siomay yang tidak menggunakan tepung terigu dan gula pasir, hal itu menjadikannya siomay versi yang lebih sehat. Ada cara pandang yang unik dalam proses pembuatannya, bahwa suatu produk kuliner tidak harus bergantung pada bahan konvensional. Prinsip itulah yang menjadikan produk di Pasar Mustokoweni terasa autentik.

Salah satu workshop di Pasar Mustokoweni (sumber: Instagram/@pasarmustokoweni)
Beberapa tenant kerajinan tidak cuma berjualan, mereka juga menyediakan workshop on the spot bagi pengunjung. Pengunjung bisa mencoba membuat produk yang menurut mereka menarik. Pilihannya pun beragam, ada anyaman, sabun alami, dan karya dari bahan daur ulang. Hal tersebut menjadikan pasar ini bukan cuma tempat berjual beli, tapi juga tempat belajar hal-hal baru.
Bak La Brisa ini menunjukkan bagaimana sebuah ruang sederhana dapat memiliki makna yang lebih besar. Di sini, para komunitas kreatif dapat saling berinteraksi langsung dan personal. Bukan hanya dari pihak tenant, tetapi juga dari pihak pengunjung. Para pengunjung dapat menanyakan apa saja kepada para produsen. Dari situ, kepercayaan dapat muncul dan berpotensi menambah daya dukung untuk produk-produk buatan lokal Yogyakarta.
Pasar Mustokoweni adalah ruang di mana inspirasi dan kreatifitas bergabung di satu tempat. Tempat ini cocok bagi kalangan yang ingin mengembangkan kemampuan kreatif dan mencari autentisitas di tengah maraknya ide-ide dari Artificial Intelligence. Eksistensi dan minat pada pasar ini juga dapat mengingatkan bahwa di tengah sibuknya Kota Yogyakarta, interaksi antarmasyarakat masih dibutuhkan, terkhusus pada bidang kreatif.
Nah, bagi Smart Listeners yang ingin menghabiskan weekend dengan aktivitas unik dan penuh kreativitas, Pasar Mustokoweni adalah pilihan yang cocok.
Penulis: Erfita Adelia
Editor: Adelia Warastri Dewani

2 Comments