Pernah nggak sih, lagi pusing ngejar deadline, tapi tiba-tiba kembali fokus saat mencium aroma kopi? Aromanya seolah memiliki kekuatan khusus untuk memanggil kembali energi kita yang sempat hilang.
Smart Listeners! Ternyata, ada proses menarik saat kopi perlahan masuk ke tubuh kita. Lewat obrolan seru di podcast Raditya Dika, dr. Tirta membagikan temuan dari skripsinya pada tahun 2013 silam. Yuk, kita bedah bersama agar ritual ngopi semakin informatif, tentunya menyehatkan!
Selama ini, banyak orang mengira zat utama di dalam kopi hanyalah kafein. Padahal, dr. Tirta mengungkapkan bahwa kopi juga mengandung berbagai zat lain yang ikut memengaruhi rasa hingga aromanya.
Salah satu zat yang paling berperan penting adalah asam klorogenik, yaitu senyawa yang membantu menciptakan aroma khas kopi. Perbedaan kadar zat inilah yang membuat setiap biji kopi memiliki keunikan aromanya masing-masing.

Setelah mengonsumsi kopi pun, tubuh menjadi lebih waspada karena kerja saraf simpatis yang meningkat. Saraf tersebut dapat membuat kita lebih siaga, jantung berdetak lebih cepat, dan meningkatkan fokus.
Melalui serangkaian pengujian fisik dan pengecekan kondisi tubuh, dr. Tirta menemukan bahwa kopi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. Namun, peningkatan tersebut masih tergolong wajar pada orang sehat dan menjadi salah satu alasan mengapa fokus terasa lebih ekstra setelah minum kopi. Efek inilah yang juga membuat sebagian orang merasakan jantung berdebar setelah mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu.
Lebih lanjut, dr. Tirta menjelaskan bahwa tubuh manusia bisa membentuk toleransi terhadap kafein. Semakin sering seseorang minum kopi, tubuh akan semakin terbiasa dengan efeknya. Saat konsumsi kopi dihentikan secara mendadak, tubuh yang sudah terbiasa dengan kafein pun bisa memberikan reaksi seperti sakit kepala. Begitu pun dengan orang yang jarang mengonsumsi kopi. Hal tersebut merupakan batasan pada taraf toleransi tubuh terhadap kafein ya, Smart Listeners!

Berdasarkan jurnal ilmiah yang dibaca dan dirujuk oleh dr. Tirta, batas aman konsumsi kafein harian kita adalah maksimal 5 cangkir espresso (single shot) per hari. Selama tidak melewati angka tersebut, konsumsi kopi belum bisa ditentukan sebagai pemicu risiko penyakit kronis apa pun. Efek yang terjadi sebatas toleransi tubuh pada tekanan darah sistolik dan saraf simpatis.
Ceritanya akan berbeda jika Smart Listeners menenggak kopi melebihi batas hariannya. Konsumsi yang berlebihan secara perlahan dapat memicu dampak kronis pada sistem kardiovaskular, salah satunya adalah memicu kondisi pre-hipertensi (tekanan darah tinggi stadium awal).
Kopi memang dapat menjadi sahabat terbaik untuk menjaga produktivitas harian kita, Smart Listeners! Namun, memahami cara kerja kopi di dalam tubuh juga penting agar kita bisa menikmatinya dengan lebih bijak. Dengan mengetahui batasan tubuh dan memahami sains di balik secangkir kopi, kita dapat menciptakan langkah awal untuk menjadi penikmat kopi yang lebih cerdas dan tetap menjaga kesehatan tubuh. Untuk itu, mari konsumsi kopi sesuai taraf toleransi dan batas hariannya yuk, Smart Listeners!
Penulis: Belva Beryllna Farza
Editor: Efraim Ryan Revangga Pakpahan
