Akhir pekan pertama Oktober Smart Listeners sepertinya bakalan ramai dan seru. Pada tanggal 3 sampai 4 Oktober 2026, Stadion Maguwoharjo di Sleman akan berubah menjadi panggung meriah penuh warna lewat CRSL Land Festival. Festival yang ramai diperbincangkan banyak masyarakat terutama dikalangan anak muda ini, menawarkan festival lebih dari sekadar penampil di atas panggung terutama lewat hewan ikonik nya CRSL.

Daya tarik CRSL tahun ini terlihat pada konsep nya yang lebih fresh dan baru. Konsep CRSL Land tahun ini mengajak pengunjung untuk ikut masuk ke dalam sebuah dunia  yang dipandu oleh lima karakter khas ala CRSL yaitu hewan ikonik mereka, yaitu Odin, Chilo, Popo, Choco, dan Pigko.  Hewan ikonik ini merepresentasikan hewan asli dalam kehidupan nyata namun digambarkan dengan lebih menggemaskan. Lewat konsep yang dihadirkan di dalamnya terdapat pertunjukan yang dapat menghidupkan karakter-karakter tersebut, sehingga penonton yang datang tidak hanya menyaksikan musik dari depan panggung, tetapi ikut masuk menjelajahi suasana ala CRSL.

Poster CRSL Land Festival 2026 (Sumber: ig @crsl.landfest)

Tentu, sebuah festival tak akan lengkap tanpa musik, dan di CRSL Land, musik tetap menjadi jantung yang menghidupkan semuanya. Nama-nama yang disebut akan tampil di CRSL Land ini antara lain, Sal Priadi, Lomba Sihir, Alkateri, Nadin Amizah, dan Reality Club. Jika melihat dari line up, event ini memadukan penyanyi-penyanyi dengan karakter lagu yang berbeda, sehingga penonton dapat merasakan banyak warna lewat lagu-lagu yang akan dibawakan nantinya.

Brand awal CRSL topi bergambar hewan 
(Sumber: crsl-store.id)

Festival ini tidak sejak lahir tumbuh dalam skala yang besar. Perjalanannya berkembang menjadi seperti ini tentunya tidak hanya terjadi begitu saja. CRSL sendiri awalnya merupakan brand lokal asal Jogja yang dirintis oleh Mohamad Hidayat Rifai bersama Mira Annisa pada tahun 2013, awalnya hanya menjual topi dan boneka berkarakter hewan. Dalam proses perjalanannya, CRSL mulai menggelar konser sejak tahun 2019, dan pada tahun 2024 tampil di Stadion Kridosono dengan tajuk The Europhia.

Mohamad Hidayat Rifai saat diwawancarai mengenai filosofi CRSL (Sumber: wartajogja.id)

Lompatan besarnya terjadi pada tahun kemarin, yaitu tahun 2025, untuk pertama kalinya CRSL mengubah konsernya menjadi festival dua hari, dengan format dan durasi yang lebih panjang serta penampil yang lebih banyak dari konser biasa. Sebagai founder dari brand CRSL, Hidayat Rifai, ingin mengajak penontonya masuk lebih dalam ke dunia CRSL. Panggunya diisi oleh musisi seperti Hindia, Nadin Amizah, Feast, Sal Priadi, dan The Panturast di hari pertamanya, serta pada hari ke dua, panggung tersebut diisi oleh JKT48, Lomba Sihir, Reality Club, The Adams, dan Perunggu. 

Edisi tahun 2026 ini dapat dikatakan sebagai babak kedua dari cerita di tahun 2025 yang baru saja dimulai tahun lalu, karena beberapa nama yang sama seperti Sal Priadi, Nadin Amizah, dan Reality Club kembali tampil pada tahun ini. 

Jadi, Smart Listeners, mungkin ini saatnya untuk lebih memperhatikan karya-karya lokal yang ada di sekitar. Siapa tahu brand-brand kecil yang sedang merintis saat ini dapat tumbuh peluang lebih besar nantinya. Dukungan sederhana seperti membagikan karyanya atau sekadar menghargai prosesnya, mungkin terlihat kecil,  tetapi bisa berarti sangat besar bagi mereka.

Penulis: Hilyah Mezka Paradiba 

Editor : Nazmah Aliya Rahmah

1 Oktober 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *