Pernah merasa harus datang ke acara karena takut ketinggalan momen? Atau membuka media sosial berkali-kali hanya karena penasaran dengan apa yang sedang dilakukan orang lain?
Kalau iya, mungkin Smart Listeners sudah tidak asing dengan FOMO atau Fear of Missing Out. Istilah ini menggambarkan rasa takut tertinggal dari pengalaman, informasi, atau aktivitas yang banyak dilakukan oleh orang lain. Namun, di tengah kehidupan yang serba cepat dan media sosial yang membuat kita terus terhubung, muncul sebuah konsep yang menjadi kebalikannya JOMO, atau Joy of Missing Out.

Perempuan yang sedang bersantai di atas kursi (Sumber: Magnific.com)
JOMO adalah kondisi dimana kita merasa nyaman dan aman untuk tidak mengikuti atau meniru suatu hal. Perasaan ketika memilih untuk tidak ikut bukan berarti seseorang menjadi antisosial. Perbedaannya terletak pada alasan di balik pilihan tersebut. Jika seseorang tidak ikut karena memang ingin menggunakan waktunya untuk beristirahat atau melakukan hal lain yang lebih bermakna baginya, keputusan tersebut bisa menjadi bentuk kesadaran terhadap kebutuhan diri.
JOMO bukan tentang menjauh dari semua orang. JOMO lebih kepada kemampuan mengatakan, “Aku nggak ikut kali ini dan nggak apa-apa.”
Smart Listeners penasaran gimana caranya? Tenang, Velix merangkum 3 hal yang bisa dilakukan untuk bisa memperoleh joy tersebut melalui jurnal yang berjudul “Fenomena Joy of Missing Out (JoMO) Pada Komunitas Lyfe With Less Dalam Kampanye #SalingSilang” oleh Maharani dkk (2025)
- Dunia nyata bukan dunia maya
Media sosial sudah tidak bisa terlepas dari kita nggak sih, Smart Listeners? Namun, medsos lah yang cenderung menghasilkan tren baru yang kelihatannya menarik untuk dicoba. Tanpa disadari, banyak hal yang kita lakukan berdasar dari hal yang trending di media sosial. Kita tidak perlu memblokir penggunaan media sosial, yang perlu kita lakukan adalah untuk fokus terhadap dunia nyata. Fokus tersebut membantu kita untuk dapat dengan bijak memilah hal yang cocok dan membuat kita merasa bahagia.

Beberapa orang yang sedang membaca buku (Sumber: Magnific.com)
- Komunitas supportif
Bergabung dalam komunitas yang sesuai dengan minat kita juga bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri. Terkadang, lingkungan di sekitar tidak selalu menjadi tempat yang nyaman. Karena itu, memiliki ruang untuk escape yang bisa memberikan dukungan juga penting. Ruang tersebut bisa dimulai dari komunitas yang memang kita sukai, seperti komunitas membaca, bersepeda, hingga komunitas travelling. Selain menemukan orang-orang dengan minat yang sama, kita juga bisa memiliki tempat untuk berbagi, beristirahat, dan menjadi diri sendiri.
- Gaya hidup minimalis
Minimalisme adalah kegiatan yang disengaja untuk berfokus dalam menghargai hal-hal penting dan menghilangkan apapun yang mengalihkan perhatian darinya. Sebagai individu yang selalu dilimpahkan berbagai hal menarik, pandangan minimalis tersebut sangat membantu kita untuk melihat suatu hal dari tujuan dan dampaknya bagi kehidupan. Sangat disayangkan jika suatu hal yang terlihat “WOW” menjadi pengalih kita ditengah hal lain yang lebih bermanfaat. Dalam penerapannya, minimalisme ini turut membantu kita dalam menentukan bagaimana kita akan dilihat. Hal tersebut mendorong kita untuk menampilkan “joy” kepada orang lain.
Nah, Smart Listeners tidak semua hal harus kita ikuti untuk bisa merasa bahagia. Terkadang, memberi waktu untuk menikmati hal-hal sederhana juga penting. Fokus pada apa yang benar-benar kita sukai justru menjadi cara untuk menemukan kebahagiaan. Kalau joy menurut Smart Listeners gimana nih? Tulis di kolom komentar ya!
Penulis : Alya Salsabila Putri Ariesa
Editor : Mutia Ardhanareswari
