Klub kebangaan masyarakat Yogyakarta, PSIM Jogja semakin mantap mempersiapkan skuad menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Dua pemain lokal dan lima pemain asing menjadi suntikan amunisi bagi skuad asuhan Jean-Paul van Gastel.

Pada pramusim ini, PSIM Jogja hanya mendatangkan dua pemain lokal baru yakni Ahmad Agung Setiabudi dan Muhammad Alwi Fadilah. Keduanya menjadi wajah anyar yang direkrut PSIM pada bursa transfer kali ini. Sebelumnya, Laskar Mataram telah mempertahankan 13 pemain dari musim lalu sekaligus melepas delapan pemain dari skuad.

Selain mendatangkan dua pemain lokal, Laskar Mataram juga tak lupa menambal beberapa lini yang menjadi evaluasi dari musim lalu dengan mendatangkan lima pemain asing. Mauro Caballero, Adrian Dalmau, Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, dan Marvin Loria diharapkan menjadi tumpuan menjanjikan bagi Laskar Mataram musim depan.

Menariknya, para penggawa yang didatangkan Laskar Mataram bukan hasil scouting asal belaka. Mauro Caballero contohnya, pemain kelahiran Paraguay ini memiliki pengalaman yang begitu mentereng mulai dari Liga Portugal hingga Iran, Caballero diharapkan mampu menjadi sosok berbahaya di lini depan PSIM Yogyakarta. Manajer Tim PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, optimistis pengalaman panjang sang pemain di kancah internasional dapat memberikan kontribusi positif bagi tim. Ia berharap Caballero mampu menunjukkan ketajamannya dan menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan di ajang Super League.

“Pengalaman panjangnya dari Portugal hingga Iran menumbuhkan harapan kami agar dia bisa menjadi predator berbahaya di kotak penalti lawan di Super League,” ujar Iksan, dikutip dari laman resmi PSIM.

Sebelumnya, PSIM juga mendatangkan Adrian Dalmau, penyerang asal Spanyol sebagai tambahan amunisi untuk memperkuat skuad Laskar Mataram menghadapi kompetisi musim mendatang. Kehadiran striker berpengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mempertajam lini serang PSIM. Striker berusia 32 tahun itu memiliki pengalaman panjang di sepak bola Eropa. Salah satu catatan terbaiknya yakni ketika membela Heracles Almelo di kasta tertinggi Liga Belanda, dengan torehan 19 gol dalam satu musim. Setelah itu, Dalmau juga melanjutkan petualangannya dengan berkarier di Liga Polandia.

Di sektor pertahanan, PSIM turut mendatangkan Ondrej Rudzan dan Adrian Purzycki. Keduanya diharapkan memberikan kedalaman serta pengalaman tambahan bagi skuad Laskar Mataram. Kehadiran pemain asing di lini belakang dan tengah menjadi bagian dari upaya klub membangun komposisi tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi musim baru.

Nama Marvin Loria menjadi penutup kepingan puzzle terakhir untuk melengkapi skuad Laskar Mataram musim ini. Iksan Mahar memastikan perekrutan Marvin Antonio Loria Leiton menjadi rekrutan terakhir klub. Pengalaman internasional Marvin Loria menjadi salah satu alasan PSIM Jogja merekrut pemain asal Kosta Rika tersebut. Lahir pada 24 April 1997, Loria memiliki perjalanan karier yang cukup panjang, termasuk saat memperkuat Benfica B di Liga Portugal serta menjalani kompetisi di Kosta Rika dan Amerika Serikat.

Marvin Loria, pemain anyar PSIM Jogja diperkenalkan ke publik.  (Sumber : psimjogja.id)

Iksan Mahar, menyebut Loria dipersiapkan untuk menempati sektor sayap. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan opsi sekaligus menjaga keseimbangan dalam skema penyerangan Laskar Mataram. Tak hanya mengandalkan kualitas teknis, pengalaman yang dimiliki Loria juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi pemain-pemain lokal yang bermain di posisi serupa.

Dengan komposisi tersebut, PSIM Jogja kini memiliki perpaduan pengalaman lokal dan internasional yang diharapkan mampu menjawab tantangan BRI Super League 2026/2027. Kehadiran lima legiun asing dengan rekam jejak di berbagai kompetisi Eropa, Amerika, hingga Asia menjadi modal tambahan bagi Laskar Mataram untuk meningkatkan kualitas permainan dan daya saing musim depan.

Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul Van Gastel melatih skuad Laskar Mataram. (Sumber : psimjogja.id)

Kini, pembuktian berada di tangan Jean-Paul van Gastel dan para pemainnya. Rekam jejak mentereng para pemain anyar tersebut harus diterjemahkan ke dalam performa di atas lapangan. Mampukah dominasi legiun asing ini membawa Laskar Mataram melangkah jauh dan berbicara banyak di kasta tertinggi sepak bola Indonesia? 

Penulis : Raden Arif

Editor: Enjang Wikantini

11 Agustus 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *