Pernahkah kamu bermimpi untuk study abroad, tetapi ragu akan biaya atau kesempatan yang terbatas? Tenang, kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan China hadir membawa angin segar nih, Smart Listeners!
Lebih dari sekadar kerja sama antarkampus, melalui kolaborasi lima universitas dari Indonesia dan lima universitas dari China, peluang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa, mengikuti pertukaran pelajar, hingga merasakan pengalaman belajar di kampus internasional kini semakin terbuka. Kerja sama ini menciptakan berbagai program yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Artinya, kesempatan belajar tidak lagi terbatas di dalam negeri. Mahasiswa kini memiliki peluang untuk merasakan sistem pendidikan di China sekaligus membangun jejaring internasional sejak masih berada di bangku kuliah.
Lima kampus dari Indonesia yang terlibat dalam kerja sama ini adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sementara itu, China diwakili oleh Hebei International Studies University, Xiamen University, Fujian Polytechnic Normal University, Northeast Normal University, dan Hefei University of Technology.

Kehidupan kampus di Habein Internasional Studies University. (sumber: english.hisu.edu)
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Lestari Puspitaningsih, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan perguruan tinggi dari Indonesia dan China, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan akademik kedua negara. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi bagi perguruan tinggi Indonesia dan China, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik antara kedua negara,” ujar Lestari dalam seminar Internasionalisasi Pendidikan Tinggi RI–RRT pada Sabtu (27/6).
Selain membuka peluang bagi mahasiswa, kolaborasi ini juga memperkuat kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan inovasi. Atase Pendidikan China untuk Indonesia, Chen Wu, menilai peningkatan mobilitas akademik akan memberikan dampak positif bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen akan mendorong lahirnya kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas,” ujar Chen Wu.
Lebih dari sekadar membuka peluang bagi mahasiswa, kerja sama Indonesia dan China juga menunjukkan semakin eratnya hubungan antar masyarakat dikedua negara. Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) China, Hendy Yuniarto, mengungkapkan bahwa minat masyarakat China untuk mempelajari bahasa Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya hubungan ekonomi, pendidikan, dan budaya antara Indonesia dan China.

Deretan universitas penyelenggara program studi atapun perkuliahan bahasa Indonesia di Tiongkok. (sumber: antaranews.com)
Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia (PPBMI), Fitriya. Ia menilai pembelajaran bahasa Mandarin di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Dalam forum tersebut, masing-masing universitas juga memperkenalkan program internasional yang dimiliki. Xiamen University memaparkan kekuatan di bidang riset dan inovasi dengan jaringan kerja sama global. Hefei University of Technology menonjolkan keunggulan pada bidang teknik dan manajemen yang didukung kolaborasi dengan dunia industri. Sementara itu, Universitas Ahmad Dahlan memperkenalkan berbagai program berbasis teknologi, termasuk program outbound mobility dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional yang terbuka bagi mahasiswa asing.
Semakin luas akses menuju pendidikan internasional, semakin besar pula kesempatan generasi muda Indonesia untuk terus mengudara. Kolaborasi Indonesia–China ini menjadi bukti bahwa meraih mimpi di kancah global kini semakin dekat. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri agar siap menangkap setiap peluang yang datang, Smart Listeners!
Penulis: Belva Beryllna Farza
Editor: Enjang Wikantini
