The Odyssey merupakan karya epik terbaru Christopher Nolan setelah kesuksesan film Oppenheimer yang meraih berbagai penghargaan internasional. Kali ini, Nolan mencoba mengangkat kisah klasik Yunani dari sebuah puisi karya Homer yang diperkirakan ditulis sekitar abad ke-8 SM. Film ini menceritakan perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha pulang setelah terjadinya Perang Troya.

Pengambilan lokasi syuting The Odyssey tidak main-main. Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Malta, dan Skotlandia merupakan negara pilihan Nolan agar film karyanya menjadi semakin autentik. Tak sampai di situ, salah satu daya tarik utama film ini adalah penggunaan kamera IMAX generasi terbaru untuk seluruh proses pengambilan gambar, sebuah langkah yang menjadi tonggak baru dalam produksi film berskala besar.

Penggunaan kamera di syuting kali ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kamera IMAX yang lama terkenal sangat besar, berat, dan berisik  sehingga penggunaannya terbatas untuk adegan tertentu saja. Sebaliknya, IMAX generasi terbaru dibuat lebih praktis dan lebih senyap sehingga seluruh film bisa direkam dengan standar IMAX. Selain itu, bagi para penonton, model IMAX terbaru bukan hanya sekadar membuat gambar lebih tajam daripada sebelumnya. Perbedaannya ada pada lebih banyak gambar yang bisa Smart Listeners lihat, lebih banyak detail yang tertangkap, dan skala dunia film yang terasa jauh lebih besar di hadapan penonton.

Christopher Nolan dengan kamera IMAX (Sumber: detik.com)

Pilihan IMAX terbaru ini relevan dengan dunia yang dibangun dalam The Odyssey. Kisah perjalanan Odysseus membawa penonton ke berbagai latar megah, mulai dari lautan luas hingga dunia mitologi Yunani yang penuh imajinasi. Melalui format IMAX, atmosfer perjalanan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman visual yang lebih mendalam bagi penonton.

Lantas, kisah dan visual seperti apa yang ditawarkan film The Odyssey karya Nolan? Berikut alur perjalanan Odysseus untuk Smart Listeners yang tertarik dengan filmnya.

The Odyssey mengisahkan perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha kembali ke kampung halaman setelah berakhirnya Perang Troya. Namun, kepulangan yang seharusnya menjadi akhir dari perjuangannya justru berubah menjadi sebuah petualangan panjang penuh tantangan. Sepanjang perjalanannya, ia menghadapi berbagai rintangan dari makhluk mitologi Yunani kuno hingga berbagai peristiwa tak terduga.

Salah satu scene dalam film The Odyssey (Sumber: Instagram/@theodyssey)

Di perjalanan, Odysseus tidak hanya berhadapan dengan berbagai ancaman, tetapi juga bertemu sejumlah sosok yang memberikan pertolongan di saat genting. Mulai dari campur tangan para dewa hingga orang-orang yang ditemuinya di berbagai persinggahan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang sang raja menuju Ithaca.

Di balik petualangan epik tersebut, lewat adaptasi karya Homer, The Odyssey berhasil menghadirkan kisah tentang perjalanan, keteguhan, dan pencarian jalan pulang yang dipadukan dengan pendekatan visual khas Christopher Nolan dan penggunaan teknologi IMAX terbaru, film ini menjadi salah satu adaptasi klasik yang paling banyak menarik perhatian bahkan sebelum resmi dirilis.

Kalau Smart Listeners, tertarik nggak mengikuti perjalanan Odysseus dalam The Odyssey versi Christopher Nolan?

Penulis: Alya Salsabila Putri Ariesa

Editor: Erfita Adelia

23 Juli 2026

Written by:

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *